“Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apapun terjadi karena kebetulan”
Sistem Pemantau Aktivitas Gunung Berapi
Feb 12th, 2008 by emayes
Posisi Indonesia yang terletak pada pertemuan 3 lempeng aktif dunia yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan lempang Pasifik, selain itu, Indonesia juga merupakan jalur The Pasific Ring of Fire (Cincin Api Pasifik) yang membentang diantara subduksi maupun pemisahan antar lempeng. Hal ini menyebabkan Indonesia menjadi negara dengan jumlah gunung berapi terbanyak di dunia. Saat ini tercatat 80 gunung berapi dalam status aktif dari 129 gunung berapi yang ada di Indonesia yang berpotensi untuk meletus.
Maka dari itu diperlukan pemantauan gunung berapi sebagai salah satu usaha mengurangi korban jiwa akibat aktivitas gunung berapi.
Bagian-bagian dari sistem pemantau seismik gunung berapi antara lain :
1. Seismometer
Seismometer merupakan sensor yang berfungsi merubah gerakan/getaran gempa yang terjadi akibat aktivitas gunung berapi menjadi tegangan.
2. Antenna
Antenna secara umum digunakan sebagai pemancar. Karena pada sistem ini menggunakan modulasi frekuensi, maka tegangan yang masuk dari seismometer diubah menjadi frekuensi yang sebanding dengan tegangan masuk oleh modulator. Sinyal seismik dengan frekuensi tertentu ini kemudian dimodulasi dengan sinyal pembawa pada frequency carrier tertentu kemudian dipancarkan melalui antenna. Selanjutnya, sinyal ini diterima oleh antenna penerima.
3. FSK Demodulator
Alat ini berfungsi sebagai diskriminator dan filter. Sebagai filter, yaitu untuk memisahkan sinyal pembawa dengan sinyal seismiknya. Selanjutnya, sebagai diskriminator, alat ini merupakan rangkaian penyearah dimana frekuensi sinyal seismik yang masuk harus sebanding dengan tegangan output yang dihasilkan.
4. Seismograf
Merupakan alat yang berfungsi seperti layaknya printer. Dan hasil cetakan yang dihasilkan oleh seismograf ini disebut dengan seismogram
Ya Allah
Aku tau kita tak saling bicara
Tapi tentunya Kau masih ingat aku
Sebagaimana aku tak menyangkal-Mu
Dan jika ini detik-detik penghabisanku
Maka bebaskan aku berbicara semauku
Izinkan aku kesal pada-Mu didalam kepasrahanku
Sepanjang hidup Engkau selalu membingungkan
Dengan cara-cara aneh, Kau tunujukkan keagungan
Kau, dengan teka-teki-Mu bernama Takdir
Bahkan, disaat seperti ini, ada saja cara-Mu membuatku tertawa sekaligus menangis